Bertualang Ke Parang Via Ferrata di Purwakarta

0
60

Apa jadinya kala dua wanita cantik diajak bertualang ke tempat yang cukup ekstrem di daerah Purwakarta?

Berangkat dari Jakarta, sebelum menuju tebing Parang Via Ferrata, Consina mengajak Echa dan Nadine ke warehouse Consina yang berlokasi di daerah Narogong, untuk mengambil segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk bertualang esok harinya. Echa dan Nadine pun dibekali gear berupa tas daykpack, topi, jaket, dan beberapa perlengkapan pendukung lainnya.

Usai terpenuhi segala perlengkapan, tim Consina bersama Echa dan Nadine pun melanjutkan perjalan. Kurang lebih memakan waktu 5 jam perjalanan, akhirnya mereka pun tiba di basecamp Consina berupa saung besar yang megah nan nyaman.

Lewat donasi.popular-flix.com POPULAR Magazine Galang Donasi Lawan Covid-19

Let’s The Journey Begins
Esok harinya, usai santap sarapan pagi, Echa dan Nadine diberi arahan sebelum melakukan pendakian tebing Parang Via Ferrata oleh para instruktur profesional. Meski medan yang akan dihadapi terbilang aman dan selalu ditemani oleh giude, kewajiban untuk mengetahui segala prosedur keselamtan wajib diberikan oleh keduanya.

Echa & Nadine Jajal Tebing Parang Via Ferrata

Petualangan berawal dari trekking ke dalam hutan gunung Parang dengan durasi sekitar 20 menit untuk mencapai pos sebelum naik ke tebing. Tiba di pos, Echa dan Nadine kembali diberikan arahan bagaimana cara yang benar saat menaiki tebing Via Ferrata.

Akhirnya, selama kurang lebih satu jam lamanya mendaki, Nadine dan Echa pun sukses mencapai titik lokasi paling favorit di lokasi Parang Via Ferrta ini, yakni view deck. Di spot ini, dengan ketinggian dengan kurang lebih 350 meter, Echa dan Nadine langsung melepas lelah sambil menikmati minuman hangat dan terus memandangi keindahan alam yang terlihat dari ketinggian yang membuat adrenalin mereka memuncak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here