5 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa Ramadan

0
230
Puasa

Selama bulan suci Ramadan seluruh umat Islam yang sudah mampu berpuasa diwajibkan untuk melakukannya. 5 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa Ramadan

Selama bulan suci Ramadan seluruh umat Islam yang sudah mampu berpuasa diwajibkan untuk melakukannya. Selain menahan rasa lapar dan haus, selama berpuasa juga perlu memperhatikan beberapa hal yang bisa membatalkan puasa.

Berikut sejumlah hal yang bisa membatalkan puasa Anda:

1. Masuknya sesuatu ke Dalam lubang Tubuh secara Sengaja

Puasa yang dijalankan seseorang akan batal saat adanya benda (‘ain) yang masuk ke dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam yaitu dalam istilah fiqih biasa disebut dengan jauf, seperti mulut, telinga, hidung. Benda tersebut masuk ke dalam jauf dengan cara kesengajaan dari diri seseorang.

2. Pengobatan yang Memasukkan Benda ke Dalam Tubuh

Mengobati dengan cara memasukkan benda (obat atau benda lain) melalui salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur) menjadi salah satu yang membatalkan puasa. Misalnya, pengobatan bagi orang yang mengalami ambeien dan juga bagi orang yang sakit dengan memasang kateter urin, maka kedua hal tersebut bisa membatalkan puasa seseorang.

Saat Berpuasa, Seberapa Penting Konsumsi Vitamin dan Suplemen?

3. Muntah Disengaja

Bila seseorang muntah tanpa disengaja atau secara tiba-tiba (ghalabah) maka puasanya tetap dihukumi sah, namun selama tidak ada sedikitpun dari muntahnya tertelan kembali. Puasa nantinya akan dihukumi batal jika muntahnya tertelan dengan sengaja.

4. Hubungan Seksual Disengaja

Melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis (jima’) dengan sengaja maka puasanya dihukumi batal. Bahkan, dalam konteks tersebut terdapat ketentuan khusus, tidak hanya batal puasanya melainkan seseorang tersebut dikenai denda (kafarat) yaitu berpuasa selama dua bulan berturut-turut atas perbuatannya.

5. Air Mani Keluar
Air mani (sperma) yang keluar akibat bersentuhan kulit, seperti melakukan onani atau sebab bersentuhan dengan lawan jenis tanpa adanya hubungan seksual, maka puasanya tetap dianggap batal. Berbeda ketika air mani keluar akibat mimpi basah (ihtilam), maka dalam keadaan tersebut puasa tetap dihukumi sah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here